Selasa, 23 Mei 2017

Distance

Sejak dulu, aku tidak pernah membayangkan kalau akan ada waktu dimana aku harus berurusan dengan yang namanya jarak
Aku tidak pernah peduli, sejauh apapun kamu pergi aku selalu yakin kamu akan selalu kembali padaku
Sehingga saat untuk pertama kalinya kamu bilang kamu akan pergi jauh, aku tidak begitu terkejut karena selalu, aku yakin bahwa kamu akan kembali
Namun, aku melupakan satu hal yang sebenarnya selalu berkaitan erat dengan yang namanya jarak, yang kita tau itu adalah waktu
Si pemegang kekuasaan paling besar, yang selalu mengontrol segala sesuatunya tanpa pernah kita sadari
Satu hari...
Dua hari...
Tiga hari...
Empat hari...
Sampai akhirnya tiga bulan berlalu sejak kepergian sementaramu
Tidak ada kamu lagi di hari-hariku, lalu aku semakin menyadari, ada rindu yang terselip disetiap langkahku
Dan ketika aku semakin menyadarinya, rindu itu sudah seluas langit, seberat jutaan tumpukan jerami
Yang semuanya terlihat sangat kecil, namun akan menjadi beban ketika dirasakan
Saat itu, mungkin aku kewalahan untuk menghadapinya
Tak bisakah kamu bayangkan berapa banyak malam yang aku lalui bersama dengan tangisan?
Tak bisakah kamu bayangkan berapa berat beban yang aku rasakan bergumul di dada, mengakibatkan sesak yang sangat hebat?
Hingga akhirnya, aku terbiasa dengan kesakitan-kesakitan ini
Dan rindu adalah teman disetiap gelap datang menghampiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar