Rabu, 12 April 2017

Roses

16 tahun.

Bunga mawar merah pertama, kudapatkan di usia 16 tahun.
Saat itu, untuk suatu alasan, kamu datang membawa dua tangkai bunga mawar merah, dan beberapa batang coklat.
Terkesan? Tentu saja, selama 2 tahun menjalani hubungan bersamamu, belum pernah aku mendapatkan sebuah kado ataupun hadiah.
Munafik, kalau aku bilang aku tidak pernah mengharapkan hadiah apa-apa darimu, namun aku tidak pernah menunjukkannya karena selama ini dengan kehadiranmu pada tiap hari-hariku sudah sangat cukup untuk mengisi harapan-harapanku itu.
Bunga mawar merah pertama, kudapatkan sebagai simbol permintaan maaf darimu, untuk suatu hal yang sangat sepele, ya, aku selalu membesar-besarkan hal kecil bukan?
Saat itu kamu sangat bersungguh-sungguh menyampaikan permintaan maafmu, setengah menangis kurasa, mau tau? melihat kamu begitu, malah bikin aku jadi sakit hati, aku jahat karena sudah membuatmu begitu hanya karena suatu hal yang tidak perlu diperdebatkan. aku memaafkanmu. walaupun aku sadar seharusnya kamu tidak perlu minta maaf.
Aku menyimpan bunga mawar itu pada botol berisi air, dan membiarkan mereka menghiasi sudut kamarku, hingga akhirnya mereka mekar kemudian layu dan mengering, tahukah kamu betapa kesalnya aku karena aku harus membuang bunga-bunga itu pada akhirnya?
Setelahnya, perdebatan-perdebatan sepele selalu diakhiri dengan bunga mawar, bertangkai-tangkai bunga mawar darimu mekar, layu dan mengering di sudut kamar yang sama dan botol yang sama. Sampai mungkin romansa itu semakin terasa hambar,

"Aku lagi gapunya uang buat beliin kamu bunga,"

Kalimat simpel yang keluar dari mulutmu saat kita mulai berdebat lagi, saat itu aku langsung diam,

"Aku ga minta bunga kok," kataku pelan,

I found it kinda funny, semenjak kapan kita berdebat hanya agar kamu membelikanku bunga?

Entah kapan bunga terakhir darimu layu dan mengering.

Tapi, hingga saat ini, botol itu selalu kosong.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar