Senin, 31 Oktober 2016

hujan, tolong sampaikan kepada langit betapa aku benci kebasahan
bulan-bulan penuh hujan, bulan-bulan penuh kesedihan
tidak, aku bukan berusaha melankolis, aku hanya sedang menuliskan apa yang sedang menjadi keluh-kesahku akhir-akhir ini
bukan... ini bukan hanya sekedar keluh-kesah, bukan pula hanya sekedar luapan isi hati
lantas harus kusebut apa tulisan ini?
aku ingin menyampaikan bahwa aku sudah terlalu hancur
apalagi yang ingin kau hancurkan?
harapan-harapanku?
mimpi-mimpiku?
angan-anganku?
tidak, aku yakin memang bukan maksudmu untuk menghancurkan semuanya, bukan inginmu untuk menghancurkan semuanya
tapi, kamupun tidak pernah bermaksud untuk menguatkanku
kamupun tidak pernah bermaksud untuk memapahku ketika aku mulai tertatih
kamu... hanya tidak pernah peduli
sejak awal, kamu memang tidak pernah peduli
memang bukan urusanmu kan apabila aku jatuh tersungkur karena terlalu tinggi melompat mengejar angan-angan?
bukan urusanmu pula kan apabila aku menangis ketika berharap akan kehadiranmu disaat aku meringkuk dihujani kekecewaan
bukan urusanmu pula apabila aku hancur karena mempercayai jarak dan waktu
lantas urusan siapa?
sejak dulu, kamu hanya kebetulan ada disampingku saat aku menangis
kamu hanya kebetulan ada disampingku saat aku merintih kesakitan
kamu hanya kebetulan ada disampingku ketika dunia berusaha meremukanku
sejak awal kamu memang tidak pernah bermaksud untuk selalu ada bersamaku
dan saat ini, kamu hanya sedang menjalankan hidup sebagaimana mestinya
sementara aku? hancur sudah karena terlalu mempercayai bahwa cinta itu ada dan nyata
aku sudah hancur karena terlalu mempercayai bahwa kamu benar-benar ada untukku
ya... memang akulah yang gila disini
dan ya.... memang akulah yang bodoh disini.

salam manis untuk senja yang pernah ada.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar