Semerawut, tau?
Bingung, tau?
Pusing, tau?
Panas-dingin badan, sakit kepala
Argh! Bosan selalu memikirkan suatu hal yang bahkan aku tak yakin mengenai apa itu
Cita-citaku cuma satu, jalan hidup normal yang seadanya
Normal, iya normal
Aku ingin hidup normal seperti manusia-manusia yang lain
Manusia-manusia yang hidupnya normal
Entah apa definisi normal itu sebenarnya, tapi yang aku yakin, apa yang aku jalani saat ini bukanlah sesuatu yang normal
Karena lihat!
Ketika anak-anak seumuranku tengah asyik-asyiknya mengenyam pendidikan setinggi-tingginya, mengharapkan sebuah masa depan yang normal
Berkumpul, bersenda-gurau, berbagi cerita bersama manusia-manusia normal lainnya
Aku? Disini aku harus berjuang mati-matian menyeimbangkan jalan hidupku
Memikirkan mati-matian setiap detail tentang kehidupanku
Bergumam tentang keingintahuanku, apa yang salah dengan cara hidupku sebenarnya?
Kenapa hidupku tidak semulus manusia-manusia normal lainnya?
Apa yang salah dengan pola pikirku?
Kenapa aku selalu dibuat stres akan hal-hal yang bahkan aku tidak tahu apa bentuknya?
Tidak sekali-dua kali aku mengumpat
Tidak sekali-dua kali pula aku memohon ampun kepada Tuhan karena rasa tidak bersyukur yang selalu menggerogoti hatiku
Aku selalu dan selalu mengeluh
Dan lagi aku selalu dan selalu memohon ampun karena rasa tidak bersyukurku yang kemudian kunobatkan di tingkat paling akut
Kemudian aku semakin membenci diriku sendiri
Semakin membenci kehidupanku yang tidak normal
Semakin membenci pribadi ini, yang semakin hari semakin tidak bisa mengontrol hati dan pikirannya.
Salam,
Penduduk bumi yang hidupnya belum normal, sedang berdoa dan berusaha agar hidupnya bisa normal.
Bingung, tau?
Pusing, tau?
Panas-dingin badan, sakit kepala
Argh! Bosan selalu memikirkan suatu hal yang bahkan aku tak yakin mengenai apa itu
Cita-citaku cuma satu, jalan hidup normal yang seadanya
Normal, iya normal
Aku ingin hidup normal seperti manusia-manusia yang lain
Manusia-manusia yang hidupnya normal
Entah apa definisi normal itu sebenarnya, tapi yang aku yakin, apa yang aku jalani saat ini bukanlah sesuatu yang normal
Karena lihat!
Ketika anak-anak seumuranku tengah asyik-asyiknya mengenyam pendidikan setinggi-tingginya, mengharapkan sebuah masa depan yang normal
Berkumpul, bersenda-gurau, berbagi cerita bersama manusia-manusia normal lainnya
Aku? Disini aku harus berjuang mati-matian menyeimbangkan jalan hidupku
Memikirkan mati-matian setiap detail tentang kehidupanku
Bergumam tentang keingintahuanku, apa yang salah dengan cara hidupku sebenarnya?
Kenapa hidupku tidak semulus manusia-manusia normal lainnya?
Apa yang salah dengan pola pikirku?
Kenapa aku selalu dibuat stres akan hal-hal yang bahkan aku tidak tahu apa bentuknya?
Tidak sekali-dua kali aku mengumpat
Tidak sekali-dua kali pula aku memohon ampun kepada Tuhan karena rasa tidak bersyukur yang selalu menggerogoti hatiku
Aku selalu dan selalu mengeluh
Dan lagi aku selalu dan selalu memohon ampun karena rasa tidak bersyukurku yang kemudian kunobatkan di tingkat paling akut
Kemudian aku semakin membenci diriku sendiri
Semakin membenci kehidupanku yang tidak normal
Semakin membenci pribadi ini, yang semakin hari semakin tidak bisa mengontrol hati dan pikirannya.
Salam,
Penduduk bumi yang hidupnya belum normal, sedang berdoa dan berusaha agar hidupnya bisa normal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar